Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya buka suara usai insiden panas di Derby d’Italia kontra Juventus FC akhir pekan lalu. Sementara itu, bek Bianconeri Pierre Kalulu memilih tidak memperkeruh suasana.
Dalam laga Serie A yang dimenangi Inter 3-2 tersebut, Bastoni menjadi sorotan karena reaksinya terhadap pelanggaran ringan Kalulu. Respons berlebihan itu membuat wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu yang berujung kartu merah. Bastoni pun terekam merayakan keputusan tersebut—aksi yang memicu kritik tajam.
Menjelang lawatan ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama play-off UEFA Champions League, Kamis (18/2) dini hari WIB, Bastoni menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui tindakannya selepas insiden tidak pantas, meski tetap memberi sinyal bahwa kontak di lapangan memang terjadi.
“Saya merasa ada kontak dengan lengan saya, dan itu terlihat jelas setelah menonton ulang rekamannya,” ujar pemain timnas Italia itu dalam konferensi pers.
Bastoni menegaskan dirinya hadir untuk bertanggung jawab atas sikapnya. “Yang saya sesali adalah reaksi setelahnya. Setiap orang bisa melakukan kesalahan, dan penting untuk mengakuinya. Itu alasan saya berada di sini,” tambahnya.
Di sisi lain, Kalulu dikabarkan tak ingin memperpanjang kontroversi. Ia menilai kejadian tersebut sebagai bagian dari dinamika pertandingan panas dan memilih fokus pada laga berikutnya.
Derby d’Italia memang kerap menyisakan bara. Namun kali ini, sorotan bukan hanya soal skor, melainkan juga bagaimana para pemain menyikapi tensi tinggi di atas lapangan.