Enzo Fernandez Tegaskan Era Baru Chelsea Bersama Liam Rosenior
2026-02-07 18:57:20 By Ziga
Gelandang kunci Chelsea, Enzo Fernandez, melontarkan seruan tegas kepada rekan setimnya untuk segera keluar dari fase sulit. Pemain internasional Argentina itu menilai kepercayaan diri skuad The Blues mulai kembali terbangun sejak berada di bawah kendali pelatih anyar, Liam Rosenior.
Kegagalan menembus final Carabao Cup usai disingkirkan Arsenal memang sempat menyisakan luka di ruang ganti. Namun bagi Fernandez, larut dalam kekecewaan bukanlah sikap yang pantas bagi klub dengan ambisi dan sejarah sebesar Chelsea.
Saat ini, Chelsea masih menempati posisi kelima klasemen Premier League setelah melakoni 24 pertandingan. Di tengah padatnya agenda, fokus The Blues terbagi ke sejumlah ajang, termasuk duel putaran keempat Piala FA menghadapi Hull City pekan depan.
Di kancah Eropa, Chelsea juga sudah memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions. Mereka tinggal menunggu hasil undian untuk mengetahui calon lawan, yang berpotensi mempertemukan mereka dengan Monaco, Paris Saint-Germain, Qarabag, atau Newcastle United.
Namun sebelum membicarakan peluang meraih trofi, perhatian terdekat Chelsea tertuju pada lawatan ke Molineux Stadium. Mereka dijadwalkan menghadapi Wolverhampton Wanderers, lawan yang sudah dua kali berhasil mereka taklukkan musim ini.
Kendati unggul secara rekor pertemuan, Fernandez menolak meremehkan Wolves yang kini terpuruk di dasar klasemen. Ia berharap Chelsea mampu melengkapi sapu bersih kemenangan ketiga atas tim besutan Rob Edwards tersebut.
“Kami sudah menutup lembaran pertandingan melawan Arsenal. Itu sudah menjadi masa lalu,” ujar Fernandez dengan tegas.
“Tentu saja kami kecewa karena gagal tampil di final bersama Chelsea, tapi sekarang waktunya melihat ke depan,” lanjutnya.
Menurut Fernandez, musim masih panjang dan peluang untuk meraih gelar belum tertutup. Kunci utama, kata dia, terletak pada konsistensi performa di setiap laga yang dijalani.
“Kami masih bertahan di tiga kompetisi penting dan target kami jelas, mengangkat trofi di akhir musim. Tapi semuanya harus dijalani selangkah demi selangkah,” ucap mantan pemain Benfica itu.
“Kami ingin memenangkan setiap pertandingan. Kami akan turun ke lapangan dengan tujuan meraih kemenangan,” tambahnya penuh determinasi.
“Kami punya rencana permainan sendiri. Kami akan berusaha tampil maksimal sebagai sebuah tim dan membawa pulang tiga poin,” tutup Fernandez.
Keyakinan untuk bangkit bukan tanpa dasar. Fernandez dan rekan-rekannya masih segar mengingat dua kemenangan dramatis saat menghadapi Napoli dan West Ham United.
Dalam dua laga tersebut, Fernandez tampil sebagai aktor utama dengan mencetak gol, termasuk gol penentu kemenangan di masa tambahan waktu kontra West Ham. Dengan total 11 gol di semua kompetisi, musim ini menjadi yang paling produktif sepanjang kariernya.
“Apa yang terjadi di Stamford Bridge saat melawan West Ham benar-benar luar biasa,” kenangnya.
“Kami tertinggal dua gol, lalu membalikkan keadaan menjadi 3-2. Sejujurnya, mencetak gol di menit terakhir adalah perasaan yang tidak akan pernah saya lupakan,” katanya.
Ketajaman Fernandez lahir dari proses panjang dan kerja keras yang konsisten. Ia mengaku menikmati perannya saat ini, sekaligus merasa terus berkembang bersama tim.
“Saya merasa sangat baik. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, saya bekerja keras untuk berada di titik ini,” ujarnya.
“Saya bekerja setiap hari untuk memberikan yang terbaik saat mengenakan seragam Chelsea. Saya selalu ingin berkembang, tapi saya juga puas dengan posisi saya sekarang,” tambahnya.
Secara kolektif, Fernandez melihat perubahan positif sejak kehadiran Liam Rosenior. Filosofi sepak bola menyerang yang diusung sang pelatih dinilai sejalan dengan karakter pemain Chelsea.
Adaptasi terhadap metode Rosenior pun berjalan lancar dalam satu bulan terakhir, menjadi fondasi penting untuk membangun tim yang lebih solid ke depan.
“Kami merasa nyaman selama sebulan terakhir bersama dia,” puji Fernandez.
“Dia memberi kami kepercayaan diri, baik secara individu maupun sebagai tim. Dia menyukai sepak bola menyerang, dan itu sangat cocok dengan kami,” jelasnya.
“Kami senang dengan pendekatannya. Kami terus berusaha mengenalnya lebih dalam, termasuk stafnya, dan membangun sesuatu yang lebih baik untuk masa depan Chelsea,” sambung Fernandez.
Di luar performa di lapangan, Fernandez juga menikmati peran tambahan sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti. Ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten saat Reece James absen.
Bagi Fernandez, memimpin tim di atas lapangan adalah mimpi masa kecil yang kini terwujud. Pengalaman tersebut memberinya kepuasan tersendiri.
“Saat Reece tidak bermain, saya mendapat kesempatan mengenakan ban kapten,” katanya.
“Saya sangat menikmati momen itu karena sejak kecil saya selalu bermimpi menjadi kapten, dan sejujurnya saya menikmatinya,” aku Fernandez.
“Rasanya semakin istimewa karena mengenakannya bersama seragam Chelsea. Ini adalah momen-momen yang membuat profesi pesepakbola terasa hidup, dan tidak akan pernah saya lupakan,” pungkasnya.
Sedang Tayang
🔥 Populer