Nico Paz kembali jadi sorotan setelah tampil impresif bersama Como musim ini. Gelandang berusia 21 tahun itu disebut-sebut masuk radar Real Madrid untuk dibawa pulang dalam waktu dekat.
Sejak didatangkan dari Real Madrid pada musim panas 2024, Paz berkembang pesat di bawah arahan Cesc Fabregas. Ia menjelma jadi motor serangan Como dan menunjukkan kematangan yang tak terlihat saat masih membela Castilla.
Teranyar, Paz membantu Como melangkah ke semifinal Coppa Italia usai menyingkirkan Napoli lewat adu penalti. Namun dalam laga tersebut, Paz ditarik keluar pada menit ke-82 sebelum babak tos-tosan dimulai.
Keputusan itu sempat memunculkan spekulasi bahwa Fabregas ingin melindungi Paz dari tekanan penalti. Namun sang pelatih membantah keras anggapan tersebut.
"Tidak, saya hanya ingin menghindari serangan balik di 10-15 menit terakhir. Saya tidak pernah takut. Jika Nico gagal mencetak gol dari 10 penalti, saya tidak akan menggantinya karena itu," ujar Fabregas dikutip dari Football Italia.
Fabregas justru menegaskan bahwa jika Paz memang ingin kembali dan sukses di Real Madrid, ia harus siap menghadapi tekanan yang jauh lebih besar daripada sekadar adu penalti.
"Jika dia akan bermain untuk Real Madrid, dia harus menghadapi tekanan yang jauh lebih besar," tambahnya.
Menurut Fabregas, mentalitas kuat adalah kunci untuk berkembang di level tertinggi. Ia bahkan memberi contoh Ivan Smolcic yang berani mengambil penalti meski belum berpengalaman.
"Lagipula, Ivan Smolcic belum pernah mengambil penalti, tetapi dia memiliki karakter yang kuat dan saya melihatnya dalam latihan," tutup Fabregas.
Kini, dengan performa yang terus menanjak, masa depan Nico Paz menjadi salah satu topik panas jelang bursa transfer musim panas. Apakah Real Madrid benar-benar akan memulangkannya? Waktu yang akan menjawab.