Komentar Om Simon soal Pilihan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bermain di BRI Super League
2026-02-14 17:00:21 By Ziga
Kepala pemandu bakat PSSI, Simon Tahamata, akhirnya angkat suara terkait maraknya pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini meramaikan BRI Super League 2025/26. Fenomena ini belakangan menjadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Tercatat ada sembilan pemain naturalisasi yang tersebar di sejumlah klub Liga 1 musim ini. Mereka memperkuat beberapa tim papan atas.
Di skuad Persija Jakarta, terdapat nama Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra. Sementara Persib Bandung diperkuat Thom Haye, Eliano Reijnders, serta Dion Markx.
Di kubu Dewa United FC ada Ivar Jenner dan Rafael Struick, sedangkan Bali United F.C. diperkuat Jens Raven.
Kehadiran mereka lantas memicu spekulasi di media sosial. Muncul anggapan bahwa para pemain tersebut memilih berkarier di kompetisi domestik agar peluang dipanggil ke Timnas Indonesia, khususnya untuk ajang Piala AFF, semakin terbuka. Isu ini sempat bergulir liar sebelum akhirnya dibantah oleh PSSI.
Menanggapi situasi tersebut, Simon Tahamata menegaskan pentingnya melihat persoalan ini secara lebih luas. Ia menyoroti arah pembinaan sepak bola nasional dan mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang harus digarap maksimal.
“Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar, ada banyak bakat di sini,” ujar Simon kepada awak media.
Tak hanya itu, ia juga mengirim pesan khusus kepada para pelatih usia dini di berbagai daerah. Menurutnya, fondasi tim nasional masa depan justru dibangun dari proses pembinaan anak-anak sejak usia belia.
“Saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda,” katanya.
Simon menekankan bahwa pelatih memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan kualitas pemain usia 12 hingga 13 tahun. Ia mengingatkan agar para pembina memberikan teladan positif dalam setiap proses latihan.
“Mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 tahun. Jangan sampai mereka melihat contoh yang tidak bagus,” tuturnya.
Lebih jauh, Simon menegaskan bahwa Indonesia tak pernah kekurangan talenta. Menurutnya, pencarian bakat di dalam negeri harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar,” tegasnya.
Pernyataan tersebut seakan menjadi penegasan bahwa di tengah derasnya arus naturalisasi, pembinaan akar rumput tetap menjadi kunci utama masa depan Timnas Indonesia.
Sedang Tayang
🔥 Populer