Luka Arsenal di Brentford, Ada Nama Eberechi Eze di Balik Cerita

2026-02-13 17:51:29 By Ziga

Arsenal F.C. kembali kehilangan pijakan dalam persaingan gelar Premier League musim ini. Hasil seri 1-1 saat bertandang ke markas Brentford F.C., Jumat (13/2/2025) dini hari WIB, meninggalkan rasa getir bagi The Gunners.

 

Perhatian publik tertuju pada wajah anyar Arsenal, Eberechi Eze. Winger timnas Inggris itu tampil jauh dari ekspektasi dan gagal memberi warna dalam Derbi London tersebut.

 

Pelatih Mikel Arteta bahkan tak menunggu lama untuk mengambil keputusan tegas. Eze ditarik keluar saat jeda turun minum setelah performanya dinilai tak memuaskan. Catatan statistik pun berbicara keras: sudah 16 pertandingan ia tak mampu mencetak gol.

 

Kritik tajam datang dari mantan striker Inggris, Peter Crouch. Ia menilai Eze tak memberikan pengaruh signifikan sepanjang babak pertama.

 

Padahal, Eze dipercaya tampil sejak menit awal. Namun kesempatan emas itu gagal ia konversi menjadi kontribusi nyata di lapangan.

 

Menurut Crouch, sang pemain terlihat kehilangan sentuhan terbaiknya. Setiap kali bola berada di kakinya, permainan justru kehilangan ritme.

 

“Dia tidak bisa menguasai bola atau membuat sesuatu berjalan. Permainan tidak hidup bersamanya,” ujar Crouch kepada TNT Sports.

 

Komentarnya makin tajam ketika ia menyebut Eze hanya menjadi “penumpang” di tengah perjuangan Arsenal. Bahkan sejak pertengahan babak pertama, tanda-tanda pergantian sudah terasa.

 

Tak hanya soal mandul di depan gawang, kontribusi defensif Eze juga dipertanyakan. Dibandingkan Martin Odegaard, intensitas dan kerja kerasnya dalam menekan lawan dinilai jauh tertinggal.

 

Arteta pun memasukkan Odegaard di paruh kedua untuk menata ulang keseimbangan tim. Perbedaan dalam pressing dan mobilitas langsung terlihat mencolok.

 

Crouch mengakui situasi tersebut memang tak mudah bagi Eze, namun tuntutan laga besar tak memberi ruang toleransi. Intensitas tinggi menjadi harga mati dalam duel ketat seperti ini.

 

Pandangan serupa diutarakan legenda Arsenal, Martin Keown. Ia menilai Brentford tampil dominan sepanjang babak pertama dan membuat Arsenal, terutama Eze, kesulitan mengembangkan permainan.

 

Masuknya Odegaard disebut Keown sebagai langkah logis. Sang kapten dianggap lebih memahami struktur taktik dan pola pressing yang diinginkan Arteta.

 

Tambahan satu poin ini membuat jarak Arsenal dengan Manchester City F.C. semakin menipis. The Gunners kini hanya unggul empat angka di puncak klasemen, membuat persaingan kian panas.

 

Bagi Eze, laga ini memperpanjang periode pacekliknya menjadi 16 pertandingan tanpa gol. Terakhir kali ia mencatatkan namanya di papan skor adalah saat menghadapi Tottenham Hotspur F.C. pada November lalu.

 

Di kubu tuan rumah, hasil imbang ini disambut penuh kepuasan. Keane Lewis-Potter tampil sebagai penyelamat lewat gol penyeimbangnya.

 

“Ini poin besar bagi kami. Pertandingan bisa saja berakhir ke arah mana pun,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Brentford selalu menargetkan hasil positif setiap kali menghadapi tim papan atas. Satu poin dari Arsenal menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dan memberi perlawanan nyata.

EMASPUTIHTOTO