Memanas, Konflik Cristiano Ronaldo dengan Pemerintah Arab Saudi
2026-02-06 17:19:58 By Anthem
Cristiano Ronaldo masih melanjutkan aksinya dengan menolak tampil bersama Al Nassr. Kapten timnas Portugal itu dikabarkan kecewa terhadap pemerintah Arab Saudi, khususnya Public Investment Fund (PIF).
Ronaldo dipastikan kembali tidak turun membela Al Nassr saat menghadapi Al Ittihad pada Sabtu (7/2/2026) dini hari. Ini menjadi pertandingan kedua dalam sepekan yang dilewatkan CR7.
Sebelumnya, mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut juga absen ketika Al Nassr berhadapan dengan Al Riyadh pada awal pekan.
Absennya Ronaldo bukan tanpa alasan. Berdasarkan sejumlah laporan, peraih lima Ballon d’Or itu merasa geram terhadap kebijakan PIF yang dinilai tidak adil.
PIF disebut menunjukkan perlakuan berbeda terhadap klub-klub yang berada di bawah kendalinya. Dana kekayaan negara Arab Saudi tersebut diketahui memegang saham mayoritas di empat klub Liga Pro Saudi: Al Nassr, Al Ittihad, Al Ahli, dan Al Hilal.
Sebagai pemilik mayoritas klub-klub elite tersebut, PIF dianggap Ronaldo tidak memberikan dukungan setara. Al Nassr, klub yang ia bela, dinilai minim suntikan dana untuk mendatangkan pemain baru.
Kekecewaan Ronaldo memuncak setelah Al Hilal—yang juga dimiliki PIF—terus aktif mendatangkan pemain bintang. Terbaru, klub asuhan Simone Inzaghi itu berhasil merekrut Karim Benzema dari Al Ittihad pada bursa transfer Januari.
Sebaliknya, Al Nassr justru tidak melakukan perekrutan pemain sama sekali. Situasi inilah yang membuat Ronaldo memilih melakukan aksi mogok bermain.
Tindakan Ronaldo tersebut akhirnya mendapat respons resmi dari Liga Pro Saudi. Pihak liga menegaskan bahwa seluruh klub dikelola secara mandiri tanpa campur tangan langsung PIF.
“Liga Pro Saudi dibangun atas prinsip dasar bahwa setiap klub beroperasi secara independen dengan aturan yang sama. Klub memiliki dewan, manajemen eksekutif, dan kepemimpinan sepakbola masing-masing. Keputusan rekrutmen, pengeluaran, dan strategi merupakan tanggung jawab klub dalam kerangka keuangan yang dirancang demi keberlanjutan dan keseimbangan kompetisi,” ujar juru bicara liga.
“Cristiano Ronaldo terlibat penuh bersama Al Nassr sejak kedatangannya dan berperan besar dalam perkembangan serta ambisi klub. Seperti atlet elite lainnya, ia ingin menang. Namun tidak ada satu individu pun, sebesar apa pun pengaruhnya, yang dapat menentukan keputusan di luar klubnya sendiri.”
“Aktivitas transfer terbaru menunjukkan prinsip kemandirian tersebut. Setiap klub mengambil pendekatan berbeda sesuai kebijakan masing-masing, selama berada dalam batas keuangan yang telah disepakati.”
“Persaingan liga berbicara dengan sendirinya. Selisih poin yang tipis di antara empat besar menunjukkan perebutan gelar yang sangat ketat. Keseimbangan ini mencerminkan sistem yang berjalan sebagaimana mestinya. Fokus utama tetap pada sepakbola di atas lapangan dan menjaga kompetisi yang sehat serta kredibel bagi pemain dan penggemar,” tegas pernyataan tersebut.
Cristiano Ronaldo sendiri merupakan proyek besar pertama Arab Saudi saat direkrut pada 2022. Kehadirannya kemudian membuka jalan bagi banyak pemain top Eropa untuk merumput di Saudi Pro League, mulai dari Karim Benzema, N’Golo Kanté, Jordan Henderson, hingga nama terbaru seperti João Félix.
Dengan situasi yang terus memanas ini, mampukah Cristiano Ronaldo memanfaatkan pengaruh besarnya untuk menantang kekuatan pemerintah Arab Saudi?
Sedang Tayang
🔥 Populer