Performa Gemilang Nico Paz Warnai Duel Milan Kontra Como

2026-02-19 10:27:33 By Ziga

Gelandang muda Como, Nico Paz, menjelma sebagai sosok sentral dalam pertarungan panas menghadapi AC Milan pada lanjutan Serie A, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Di tengah tekanan menghadapi raksasa yang akrab disapa Rossoneri, pemain berusia 21 tahun itu justru tampil tanpa gentar. Ia mencuri sorotan publik San Siro dan pantas dinobatkan sebagai Player of the Match berkat performa yang penuh determinasi dan kualitas.

 

Sejak peluit awal dibunyikan, Paz menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Statistik mencatat rating 7,9—tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil malam itu. Angka tersebut bukan sekadar deretan data, melainkan representasi konkret dari pengaruh besarnya selama 71 menit menguasai lini tengah. Dalam tempo permainan yang intens dan penuh tekanan, ia tetap konsisten menjaga ritme sekaligus memberi dimensi berbeda bagi permainan Como.

 

Momen paling menentukan tentu hadir lewat gol yang ia lesakkan. Menariknya, dari hanya satu percobaan sepanjang pertandingan, Paz mampu mengonversinya menjadi gol. Efektivitas sempurna itu memperlihatkan ketajaman naluri serta ketenangan dalam menuntaskan peluang. Di laga sebesar ini, satu sentuhan bisa mengubah arah pertandingan—dan Paz membuktikan dirinya mampu memaksimalkan momen.

 

Namun kontribusinya tak berhenti pada torehan gol semata. Ia dua kali menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan, indikasi keberaniannya menembus area berisiko tinggi. Pergerakannya tanpa bola memaksa lini belakang Milan bekerja ekstra, sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk berkembang.

 

Dalam fase pembangunan serangan, Paz juga berperan vital. Ia mengirim empat umpan progresif ke sepertiga akhir lapangan, menjaga aliran bola tetap hidup dan terarah. Mobilitasnya membuat transisi Como dari bertahan ke menyerang terasa lebih cair. Bahkan, kehadirannya di lini tengah memberi energi tambahan yang membuat permainan tim tamu tampak lebih dinamis dari biasanya.

 

Tak kalah penting, ia melepaskan empat tembakan ke zona berbahaya—sebuah bukti bahwa ia terus mencari celah untuk mengancam pertahanan lawan. Aktivitasnya di area sentral membuat Como tak sekadar bertahan, tetapi berani mengambil inisiatif saat kesempatan terbuka.

 

Yang membuat penampilannya kian komplet adalah kontribusi saat tim kehilangan penguasaan bola. Paz mencatat empat aksi defensif krusial, masing-masing dua tekel dan dua intersep, menunjukkan disiplin serta kecerdasan membaca permainan. Ia juga melakukan enam kali recovery, membantu tim memutus rangkaian serangan Milan sebelum berkembang menjadi ancaman nyata.

 

Dalam duel perebutan bola, ia memenangi empat dari sembilan duel darat (44 persen) dan tampil sempurna di udara dengan satu kemenangan dari satu kesempatan. Statistik tersebut menegaskan bahwa Paz bukan hanya kreator yang piawai mengolah bola, melainkan juga pekerja keras yang siap beradu fisik demi kepentingan tim.

 

Penampilan ini menjadi refleksi jelas sosok gelandang modern: efektif ketika menyerang, sigap saat bertahan, dan mampu memberi dampak signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Di panggung sebesar laga melawan Milan, Nico Paz tak sekadar tampil—ia meninggalkan jejak. Maka, penghargaan sebagai pemain terbaik pertandingan terasa sebagai konsekuensi logis dari kontribusi menyeluruh yang ia hadirkan sepanjang malam.

EMASPUTIHTOTO