Perjalanan Suram Juventus di Eropa Belum Berakhir
2026-02-17 21:06:04 By Ziga
Juventus FC kembali menghadapi kenyataan pahit di pentas UEFA Champions League. Sejak musim 2018/2019, langkah terjauh Bianconeri hanya mentok di perempatfinal—sebuah capaian yang jauh dari ekspektasi klub sebesar mereka.
Musim ini, Si Nyonya Tua dipaksa melewati jalur play-off 16 besar dengan menghadapi Galatasaray SK. Leg pertama digelar di Ali Sami Yen Sports Complex RAMS Park pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, sebelum gantian Juventus menjamu lawannya sepekan kemudian.
Tantangan yang menanti jelas tak ringan. Dalam enam bentrokan terakhir kontra Galatasaray di Liga Champions, Juventus hanya sekali meraih kemenangan. Tiga laga berakhir imbang, sementara dua lainnya berujung kekalahan—rekam jejak yang tak bisa dianggap sepele.
Statistik tersebut menjadi peringatan keras bagi skuad asuhan Luciano Spalletti. Terlebih, tren mereka di Eropa memang sedang menurun.
Usai tersingkir di perempatfinal 2018/2019, Juventus berulang kali gagal melampaui fase 16 besar. Bahkan musim lalu mereka sudah terhenti di babak play-off setelah disingkirkan PSV Eindhoven.
Pada 2023/2024, Juventus absen dari Liga Champions akibat sanksi. Sementara di musim 2022/2023, mereka gagal melaju ke fase gugur setelah finis ketiga di Grup H. Tiga musim sebelumnya—2019/2020, 2020/2021, dan 2021/2022—juga berakhir dengan eliminasi di babak 16 besar.
Spalletti menyadari betul tekanan yang ada di pundak timnya. “Kami memahami betapa sulitnya laga ini setelah menganalisis permainan Galatasaray. Mereka tim yang kuat, dan kami datang dengan keyakinan pantas berada di fase ini,” ujarnya.
Namun di atas kertas, Juventus tak lagi sekokoh dulu di Eropa. Jika ingin memutus tren negatif yang membayangi selama hampir tujuh tahun terakhir, inilah momen pembuktian sesungguhnya.
Sedang Tayang
🔥 Populer