Start Terlalu Hati-Hati, Liverpool Bayar Mahal

2026-02-17 01:53:18 By Ziga

Liverpool FC masih mencari ritme terbaik demi menjaga konsistensi performa. Dalam enam pertandingan terakhir, dua kekalahan menyakitkan menjadi noda—terutama saat menghadapi AFC Bournemouth dan Manchester City, ketika gol-gol telat lawan memupus harapan poin penuh.

Namun, persoalan The Reds tak berhenti di situ. Mantan striker mereka, John Aldridge, menilai ada akar masalah lain: kebiasaan memulai laga dengan tempo lambat yang kerap menempatkan tim dalam posisi sulit sejak awal.

Saat melawan Bournemouth, Liverpool sudah tertinggal dua gol dalam 33 menit pertama. Skenario serupa terjadi kala berhadapan dengan Newcastle United, ketika lini belakang yang dikomandoi Virgil van Dijk kecolongan lebih dulu oleh gol cepat Anthony Gordon.

Aldridge menyoroti pendekatan taktik manajer Arne Slot yang menitikberatkan kontrol permainan. Menurutnya, filosofi tersebut justru membuat Liverpool kesulitan membangun momentum sejak menit awal, memberi celah bagi lawan untuk mencuri inisiatif.

Dalam kolomnya di Liverpool Echo, Aldridge mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai start lambat itu kini seperti pola yang mudah ditebak.

Pendekatan Slot memang berbeda dibanding era Jurgen Klopp yang identik dengan intensitas tinggi dan tekanan agresif sejak sepak mula. Di bawah Slot, Liverpool cenderung lebih sabar, mencoba membaca permainan sebelum meningkatkan tempo.

Strategi tersebut diyakini sebagai bagian dari rencana matang: menguasai kontrol, memahami pola lawan, lalu mengambil alih permainan. Namun, konsekuensinya terasa nyata. Terutama di Anfield, minimnya gebrakan awal membuat atmosfer tak langsung menyala.

Masalahnya, lawan-lawan kini mulai paham pola itu. Sejumlah tim sengaja tancap gas sejak awal untuk mengejutkan Liverpool sebelum mereka menemukan ritme. Situasi ini bahkan memberi kesan bahwa The Reds terlalu berhati-hati—atau terlalu menghormati lawan—alih-alih menunjukkan kepercayaan diri penuh.

Jika ingin kembali stabil di jalur persaingan, Liverpool tak hanya butuh kontrol. Mereka juga perlu start yang lebih tajam—sebelum kembali dihukum oleh menit-menit awal yang lengah.

 
EMASPUTIHTOTO