Tiga Eks Persija Bangkit Bersama Arema FC

2026-02-18 01:25:21 By Ziga

Rio Fahmi, Hansamu Yama, dan Gustavo Franca menemukan kehidupan baru di Arema FC. Setelah tersisih dari persaingan di Persija Jakarta, ketiganya kini menjelma menjadi pilar penting Singo Edan—seolah terlahir kembali.

Arus peminjaman dari Persija ke Arema terjadi pada bursa transfer paruh musim Super League Indonesia 2025/26. Franca lebih dulu merapat pada 20 Januari 2026. Dua pekan berselang, awal Februari, Rio dan Hansamu menyusul dengan misi yang sama: mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten.

Di Persija, Franca sebenarnya mencatat 13 penampilan sejak awal musim, namun mayoritas sebagai pemain pengganti. Rio tampil 16 kali, tetapi kedatangan Fajar Fathurrahman membuat persaingan di sektor bek kanan semakin ketat. Ia juga harus berbagi peluang dengan Bruno Tubarao, sementara Fajar diproyeksikan sebagai opsi utama.

Nasib Hansamu tak jauh berbeda. Dalam dua musim terakhir, ia lebih sering menjadi pelapis di jantung pertahanan karena kokohnya duet Rizky Ridho dan Jordi Amat. Total, hanya tujuh penampilan yang ia bukukan—angka yang jauh dari ideal bagi pemain sekelasnya.

Namun begitu mengenakan seragam Arema, cerita berubah drastis. Ketiganya langsung memberi warna baru dalam skema permainan tim. Franca tak tergantikan sejak kedatangannya, dengan rata-rata durasi bermain di atas 65 menit per laga.

Debut Rio dan Hansamu bahkan terasa sensasional. Mereka menjadi aktor utama kemenangan 1-0 atas Persijap Jepara pada 2 Februari lalu—satu menyumbang assist, satu lagi mencetak gol penentu. Dampaknya langsung terasa dalam tren positif Arema di tiga pertandingan terakhir.

Rio sempat absen ketika Arema membungkam Semen Padang FC 3-0 pada 15 Februari, namun itu semata akibat akumulasi kartu, bukan karena tersingkir dari rotasi.

Pelatih Arema, Marcos Santos, menegaskan bahwa para pemain baru datang dengan tanggung jawab besar. Ia menolak menyoroti individu secara khusus, tetapi mengapresiasi dampak kolektif yang terlihat di lapangan—tim lebih solid, disiplin bertahan, dan paham kapan harus menyerang.

 

Di Malang, ketiganya tak sekadar mendapat menit bermain. Mereka menemukan kembali kepercayaan diri dan peran sentral. Dari pemain cadangan menjadi penentu—kisah reborn yang kini mengangkat performa Arema FC.

EMASPUTIHTOTO