UEFA Selidiki Dugaan Rasisme terhadap Vinicius di Laga Benfica vs Madrid

2026-02-19 03:04:45 By Ziga

UEFA resmi membuka investigasi atas dugaan tindakan rasisme yang dilaporkan Vinicius Junior dalam duel antara Benfica dan Real Madrid. Jika terbukti bersalah, Gianluca Prestianni terancam sanksi larangan tampil hingga 10 pertandingan.

Pertemuan leg pertama play-off fase gugur UEFA Champions League 2025/2026 di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026), berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Los Blancos. Gol semata wayang dicetak Vinicius lewat aksi individu brilian.

Namun sorotan tak hanya tertuju pada hasil akhir. Selebrasi Vinicius di sudut lapangan memicu ketegangan. Ia terlibat adu argumen dengan Prestianni dan kemudian melapor kepada wasit Francois Letexier bahwa dirinya dihina dengan sebutan bernada rasis.

Dalam momen tersebut, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara, membuat dugaan ucapan yang dilontarkan sulit diverifikasi secara langsung. Vinicius sempat menolak melanjutkan pertandingan sebagai bentuk protes.

Wasit lalu memberi sinyal huruf “X” kepada ofisial pertandingan untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme. Laga dihentikan sekitar 10 menit setelah situasi memanas hingga ke bangku cadangan kedua tim, sebelum akhirnya bisa dilanjutkan kembali.

UEFA menyatakan Komisi Etika dan Disiplin telah ditugaskan untuk mendalami insiden tersebut.

“Komisi Etika dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk menyelidiki dugaan perilaku diskriminatif dalam pertandingan play-off fase gugur Liga Champions UEFA 2025/2026 antara Club Benfica dan Real Madrid CF pada 17 Februari 2026. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA.

 

Kasus ini kembali menyoroti isu sensitif rasisme di sepak bola Eropa. Keputusan akhir dari UEFA akan menjadi penentu, bukan hanya bagi karier Prestianni, tetapi juga sebagai pesan tegas terhadap segala bentuk diskriminasi di lapangan hijau.

EMASPUTIHTOTO